Menggunakan OpenBSD

OpenBSD Sebagai Sistem Operasi Keseharian

21 July 2017

Setelah beberapa hari lalu saya berhasil melakukan update firmware pada OpenBSD di Thinkpad kesayangan saya, kali ini saya berencana untuk menggunakan OpenBSD sebagai sistem operasi default saya dalam kegiatan sehari-hari. Alasan kenapa saya ingin menggunakan OpenBSD sebagai sistem operasi sehari-hari tidak lain dan tidak bukan adalah karena saya sedang meneliti seberapa greget sistem operasi ini dibandingkan dengan sistem operasi GNU/Linux yang biasa saya gunakan. Beberapa thread yang membahas mengenai penggunaan OpenBSD menyebutkan bahwa sistem operasi ini memiliki banyak kelebihan.

Memasang OpenBSD Menggantikan Ubuntu

Seperti yang sudah saya tulis sebelumnya saya telah melakukan instalasi OpenBSD pada Thinkpad kesayangan, namun jika sebelumnya saya masih memasang Ubuntu sebagai alternatif maka kali ini saya hanya memasang OpenBSD sebagai sistem operasi saya. Perlu dicatat, pada pengalaman kali ini saya menggunakan hanya satu partisi yang di mount pada /. Untuk melakukan hal ini ketika installer OpenBSD memberikan pertanyaan terkait pemilihan penggunaan disk saya memilih opsi C untuk konfigurasi kustom. Detail dari langkah yang saya lakukan dapat dilihat pada keluaran berikut

Use (A)uto layout, (E)dit auto layout, or create (C)ustom layout? [a] C

You will now create an OpenBSD disklabel inside the OpenBSD MBR partition.
The disklabel defines how OpenBSD splits up the MBR partition into OpenBSD partition
in which filesystem and swap space are created. 
You must provide each filesystem's mountpoint in this program.

The offset used in the disklabel are ABSOLUTE, i.e. relative to the
start of the disk, NOT the start of the OpenBSD MBR partition.

Label editor (enter '?' for help at any prompt)
> p
OpenBSD area: 64-4193280; size: 4193216; free 4193216
#                size           offset  fstype  [fsize  bsize  cpg]
  c:          4194304                0  unused 
> a
partition: [a] b
offset: [64]
size: [4193216] 256M
Rounding to cylinder: 532160
FS type: [swap]
> a
partition: [a]
offset: [532224]
size: [3661056]
FS type: [4.2BSD]
mount point: [none] /
> w
> q

Seperti yang terlihat pada keluaran di atas, saya menambahkan b dengan offset default [64] sebesar 250 mega dengan filesystem swap. Kemudian untuk label a saya menggunakan sisa offset dan membiarkan installer menentukan offset terakhir secara otomatis. Kemudian saya melanjutkan instalasi OpenBSD seperti biasanya.

Mengubah /etc/installurl ke Mirror Lokal

Untuk mempercepat proses pemasangan paket, maka saya memilih untuk menggunakan mirror OpenBSD lokal. Hal ini saya lakukan dengan menggunakan perintah echo sebagai berikut

# echo "http://kartolo.sby.datautama.net.id/pub/OpenBSD/" >> /etc/installurl

Dengan begitu perintah pkg_add akan menambahkan versi dan arsitektur mesin pada direktori URL.

Mengganti Shell dengan Bash

Saya cukup betah dengan menggunakan shell bash pada Ubuntu sebelumnya, untuk itu saya ingin menggunakannya kembali pada OpenBSD ini. Untuk mengganti shell dengan bash gunakan perintah berikut

# pkg_add bash
# chsh -s /usr/local/bin/bash

Jika kamu ingin mengganti shell pada user lain, maka gunakan perintah

# chsh -s /usr/local/bin/bash nama_user

Itu adalah beberapa hal yang baru saya lakukan pada instalasi OpenBSD ini, masih banyak yang harus dilakukan untuk bisa digunakan sebagai sistem operasi harian seperti

  1. Memasang window manager
  2. Memasang peramban untuk keperluan menjelajah dunia maya
  3. Memasang IDE untuk keperluan sehari-hari
  4. Serta melakukan kompilasi Telegram pada sistem operasi ini

Semoga semua itu bisa saya lakukan dalam beberapa hari kedepan .. Semangat!!



blog comments powered by Disqus