Mudah Menggunakan Gnome

Beralih dari Unity ke Gnome

27 April 2017

Here I am, give me something I could follow
So I can find my way out from the shadows
Raise your voice cause the time is now or never
And if we have to fall, we’ll fall together

Lirik di atas adalah lirik dari Fall Together lagu dari band Temper Trap yang selalu saya dengarkan setiap pagi selama 2 bulan terakhir. Lagunya cukup menarik apalagi ada versi akustik yang memang lumayan asik untuk didengar …

Kali ini saya ingin bercerita tentang bagaimana akhirnya saya menggunakan Ubuntu GNOME 16.04, seperti yang kalian ketahui instalasi Ubuntu saya sebelumnya mengalami galat. Eh .. lagi nyari solasi si Mark Shuttleworth ngumumin mau matiin Unity .. Shit. Akhirnya saya pun memasang Ubuntu GNOME ini, pertama kali menggunakan DE ini rasanya sangat sangat ngehe. Bayangkan bagi kamu yang terbiasa dengan Global Menu, HUD, App Spread, dan lain sebagainya sekarang terasa beda ditambah lagi ini title bar di GNOME kerasa ngabisin space. Dengan berkonsultasi dengan beberapa teman di grup Pegelinux, akhirnya dapat juga solasi untuk memodifikasi GNOME.

Memasang GNOME Extension

Jadi GNOME Extension ini yang nanti akan banyak kita gunakan, BTW ekstensi yang saya gunakan hanya Dash to Dock, Media Player Indicator, Refresh Wifi Connection, No Topleft Hot Corner, Top Icon Plus, dan beberapa ekstensi default. Disini sebenarnya saya merasa sangat kecewa karena ternyata tidak ada ekstensi yang bisa membuat seperti Global Menu. Beberapa teman menyarankan untuk menggunakan Pixel Saver, namun saya kecewa ketika menggunakannya, karena tidak menggunakan window decoration untuk control button yang dihasilkan.

Kunci Pintasan

Dengan berganti DE berganti pula shortcut yang biasa saya gunakan, namun berikut adalah yang saya pelajari ketika menggunakan GNOME

  1. App Spread hanya peerlu menggunakan Super.
  2. Run Command dapat dilakukan dengan ALT + F2.
  3. Maximize Window dapat dilakukan dengan Super + UP Arrow.
  4. Un-Maximize Window dapat dilakukan dengan Super + DOWN Arrow.
  5. Dock Window dapat dilakukan dengan Super + LEFT/RIGHT Arrow. ini fitur yang cukup saya suka
  6. Screencasting, ya screencasting tanpa harus memasang simplescreenrecorder, dapat dilakukan dengan CTRL + SHIFT + ALT + R.
  7. Create Screenshoot, ini ada dua cara pertama langsung disimpan ke folder Pictures dengan SHIFT + PrtSc, cara kedua selain menyimpan ke folder Pictures juga akan mengirim ke clipboard dengan kombinasi CTRL + SHIFT + PrtSc.

Itu adalah pengalaman saya ketika migrasi dari Unity ke GNOME, semoga Unity yang dikembangkan yunit bisa segera rilis pas 18.04 nanti …



blog comments powered by Disqus